Menteri Luhut Kunjungi Pulau G

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis pekan lalu, mengunjungi Pulau G, proyek reklamasi di pantai utara Jakarta yang dikelola Agung Podomoro Land melalui PT Muara Wisesa Samudra. Luhut tengah mempertimbangkan pencabutan pembatalan izin pulau reklamasi seluas 161 hektare tersebut oleh Menteri Koordinator Kemaritiman sebelumnya, Rizal Ramli. Para wartawan dilarang meliput aktivitas Luhut di Pulau G.

Seusai kunjungan, kepada wartawan, Luhut menyatakan Pulau G itu tidak bermasalah. ”Semua manageable,” ujarnya. Sejak terpilih menggantikan Rizal, Luhut langsung mengevaluasi status pembatalan proyek reklamasi di Pulau G. Rizal membatalkan izin pulau reklamasi itu karena posisinya terlalu dekat dengan pembangkit listrik. Tapi hal ini dibantah Luhut. ”Sudah saya cek, pulau ini enggak ada masalah,” katanya. ”Reklamasi dilanjutkan atau tidak, lihat saja nanti.”

Tidur Siang Baik Untuk Si Kecil Bag3

Jumlah waktu yang diperlukan batita untuk tidur dalam 1 hari sekitar 12-14 jam, sehingga jika mereka tidur malam selama kurang lebih 10 jam, maka perlu waktu 2 jam bagi mereka untuk tidur siang. “Yang perlu dipastikan, meskipun tidur siang cukup penting, namun waktu tidur siang tidak mengurangi atau memotong waktu batita untuk makan siang atau bahkan me le watkan waktu makan siang,” tegas Rini. Usahakan batita tidur setelah makan siang.

Baca juga : ausbildung jerman

Selain itu, tidur siang terlalu lama, kemungkinan akan mengganggu waktu tidur malam karena mereka akan lebih sulit untuk tidur tepat waktu. TAK PERLU DIPAKSA Banyak juga orangtua berpendapat bahwa tidak perlu tidur siang, asalkan anak tidak beraktivitas terlalu berat. “Anak saya memang susah tidur siang, tapi setiap siang ia istirahat di rumah, menonton video atau membaca buku. Kadang-kadang sampai tertidur, tetapi seringnya sih tidak,” ujar Retno, ibu dari Lia. Melihat hal ini, Rini mengatakan, jika batita tidak menunjukkan keinginan tidur siang atau tidak mengantuk, kita tidak perlu memaksa mereka.

“Jangan sampai pengalaman tidur siang menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi mereka,” ujarnya. Ada baiknya kita mengevaluasi kegiatan anak sebelumnya, apakah ia tidur terlalu lama di malam hari ataukah bangun terlalu siang. Apa pun kegiatan anak termasuk tidur siang, janganlah sampai mem bebani anak dan menimbulkan rasa tidak menyenangkan. Ji ka anak tidak ingin tidur siang, kita dapat mengajak mereka melakukan aktivitas bermain yang tidak terlalu melelahkan. Tidur siang memang merupakan hal yang penting, namun bukanlah sesuatu yang mutlak.

Jika batita menunjukkan perilaku kelelahan ataupun terkadang marah tanpa alasan, bisa jadi tidur siang merupakan solusi bagi anak untuk kembali segar. Perlu tidaknya tidur siang bisa pula dilihat dari jumlah jam tidur batita di malam hari, jika jam tidur sudah memenuhi jumlah jam ideal, maka menjadi tidak urgent bagi orangtua untuk memaksa anak tidur siang. Sebelum tidur siang, penuhi kebutuhan makan anak. Perut nyaman membuat si kecil lebih mudah tidur nyenyak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Pengukuhan Erna Widjajati

UNIVERSITAS Krisnadwipayana mengukuhkannya sebagai guru besar Fakultas Hukum dengan spesialisasi hukum bisnis, Senin pekan lalu. Dalam acara itu, Erna menyampaikan pidato berjudul ”Harmonisasi Aspek Hukum Perseroan Terbatas dalam Kepailitan demi Menjamin Kepastian Hukum”. Turut hadir dalam acara itu hakim agung Gayus Lumbuun dan Ketua Yayasan Universitas Krisnadwipayana Moch. Iman Santoso. Erna menjadi profesor kedelapan yang dihasilkan Universitas Krisnadwipayana. l

Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas bersama autotrade gold

Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas bersama autotrade gold – Akhir tahun lalu, pemerintah DKI Jakarta secara resmi mengumumkan smart city jakarta yang diwujudkan lewat portal smartcity.jakarta.go.id. Menariknya, propinsi yang jadi ibukota negara ini cukup aktif melibatkan data sumbangan warga lewat media sosial sebagai penunjang data di platformnya itu. Tiga hal yang dimutakhirkan dengan adanya tekno- logi informasi dalam mengelola kota cerdas adalah cara penginderaan masalah, analisis, dan penyele- saian masalah. Jika dalam cara tradisional untuk mengenali kebutuhan masyarakat digunakan cara membuat laporan manual, maka kota cerdas akan menggunakan bantuan teknologi untuk mempercepat penyampaian laporan dan penyelesaiannya.

Bagi pemerintah Provinsi Jakarta, ini berarti memafaatkan aplikasi dan media sosial untuk menjaring aspirasi warga. Partisipasi Warga Pada 2013, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memanfaatkan laporan warga di Twitter untuk memetakan daerah banjir di Jakarta. Dinas perhubungan memanfaatkan data pengguna Waze di Jakarta untuk memetakan kemacetan di DKI, juga diluncurkannya aplikasi QLUE bagi warga Jakarta untuk memudahkan pengaduan untuk masalah kinerja aparat pemerintah kota, kebersihan, dan bermacam pengaduan lain. Inilah contoh beberapa media sosial dan aplikasi yang dibuat untuk menjaring permasalahan kota dari partisipasi warga. Warga bukan cuma dilibatkan sebagai pengumpul informasi, mereka juga dilibatkan untuk membantu memberi solusi. Misalkan saja lewat kompetisi #HackJak yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

Ini adalah kompetisi membuat aplikasi menggunakan basis data yang disediakan Bappeda lewat portal Open Data Jakarta. Portal ini juga jadi bagian dari inisiatif Open Data yang sebelumnya telah digagas pemerintah pusat untuk mendukung transparansi. Dengan #HackJak, kreasi warga digelitik untuk memanfaatkan data itu guna kebaikan bersama. Misalkan saja pemenang #HackJak tahun lalu yang memanfaatkan data untuk mengawasi penggunaan APBD dengan visual menarik. Ada pula yang memanfaatkan data transportasi untuk mengecek status perjalanan transjakarta. Masing-masing Untuk pengembangan aplikasi dan perangkat lain yang dirasa perlu untuk memudahkan kerja tiap-tiap SKPD, menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Smart City DKI Jakarta, Setiaji, diserahkan ke tiap SKPD.

Sumber : https://teknorus.com/