Berbagai Alasan Perlunya Menghindari Stres Bag2

TANGGAPAN PAKAR: Pada penelitian yang dilakukan tahun 2015 ini, Dr. Wael Sabbah memperkirakan adanya pengaruh tingkat stres mamil dengan angka kejadian karies gigi. Penelitian ini melibatkan mamil yang tingkat stresnya telah dianalisis saat hamil dan anaknya yang berusia 2-6 tahun. Hasil penelitian mengemukakan, anak dari mamil dengan tingkat stres tinggi memiliki risiko lebih besar untuk mengalami karies gigi daripada yang tingkat stresnya lebih rendah.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Namun, menjaga kesehatan gigi anak tidak hanya dipengaruhi oleh stres saat kehamilan. Kesehatan gigi anak tentunya dipengaruhi pula oleh perilaku kesehatan anak tersebut, seperti menyikat gigi secara teratur, pola makan sehat, kunjungan rutin ke dokter gigi, dan segera berobat bila ada keluhan gigi mulut. ‘

MEMENGARUHI PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK. Studi dari University of Notre Dame Australia dan Telethon Kids Institute, yang dimuat di jurnal Child Development mengungkap, akumulasi stres selama kehamilan bisa berpengaruh terhadap perkembangan motorik anak saat berusia 10 tahun ke atas. Kemampuan motorik yang diteliti, antara lain: kekuatan tangan, melompat jauh, dan berdiri dengan satu kaki.

TANGGAPAN PAKAR: Tahun-tahun sebelumnya telah dilakukan penelitian pada hewan mengenai hubungan tingkat stres hewan yang sedang hamil dengan perkembangan motorik pada keturunan hewan tersebut dan telah ditemukan adanya perubahan struktur serta fungsi otak pada keturunan dari hewan yang sedang hamil yang mengalami stres. Pada 2015 dilakukan penelitian oleh University of Notre Dame and Australia dan Telethon Kids Institute yang melibatkan 2.900 ibu di Australia.

Saat usia kehamilan 18 minggu, para mamil diberikan kuesioner yang berisi kejadian kejadian yang membuat mereka stres selama kehamilan, seperti: kehilangan pekerMaan, kesulitan finansial, perceraian, tidak memiliki tempat tinggal, dan masalah-masalah dalam kehamilan. Selanjutnya pada usia kehamilan 34 minggu, mamil juga diminta menjawab kuesioner yang sama. Saat anak mereka berusia 10, 14, dan 17 tahun, dinilai perkembangan kemampuan motorik dan koordinasi dengan menggunakan 10 item tes pergerakan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/