Berlomba Buat SoC Sendiri

Beberapa waktu lalu LG mengumumkan bahwa ia akan merancang SoC sendiri. Untuk memenuhi hasratnya itu, LG telah menandatangani kerja sama dengan TSMC (Taiwan Semiconductor).

Serius dengan rencananya itu, LG telah membuat ke sepakatan dengan ARM. Perusahaan asal Korea Sela tan ini telah membeli lisensi arsitektur prosesor dan grafis terbaru ARM, Cortex-A15 and Mali-T604. LG menamai SoC mereka dengan nama Nuclun. Ren- — cananya Nuclun akan ditanam pada LG G3 Screen. Smartphone ini hanya akan dipasarkan di Korea. Arsitektur CPU Cortex A-15 bisa berlari hingga 2,5GHz.

Baca juga : Net89

Rancangan CPU ini disebut-sebut punya potensi untuk digunakan juga di PC dan server. ARM mengklaim arsitektur yang mereka kembangkan untuk Cortex-A15 bisa digunakan untuk chipset delapan inti atau lebih. Sementara Mali-T604 mendukung OpenGL ES, OpenGL VG, OpenCL. Pemroses grafis ini juga akan jadi Mali pertama yang mendukung DirectX (Windows 8 akan mendukung prosesor ARM). ARM juga mengklaim performa grafis Mali-T604 lebih baik dari GPU yang ada saat ini.

LG sebelumnya menggantungkan SoC yang ditanam pada smartphone mereka kepada Qualcomm, Nvidia, dan Texas Instrument. Langkah LG untuk membuat SoC sendiri ini membuntuti beberapa vendor smartphone yang sudah bereksperimen lebih dulu dengan SoC buatan mereka sendiri. Apple yang sejak awal membuat iPhone, konsisten untuk merancang sendiri SoCnya. Begitu juga dengan Huawei yang maju ke pasar internasional dengan SoC buatan pabriknya sendiri, HiSilicon. Samsung pun dikenal dengan SoC Exynos yang juga meluncur dari pabrik chipset miliknya.

Meski demikian, Samsung tak menggunakan SoC-nya itu di semua lini produk. Bahkan bagi sebagian besar produknya, Samsung tetap menggunakan SoC Qualcomm. Begitupun sederet vendor smartphone Android yang masih banyak bergantung pada chipset milik Qualcomm, MediaTek, Nvidia, Intel, atau lainnya. Lalu mengapa LG ingin meninggalkan zona nyamannya dan menjajal riset dan pengembangan SoC? Mengutip Alan Curtis Kay, “People who are really serious about software should make their own hardware”, demikian Buzz Feed.

Mungkin ini yang jadi alasan LG atau para vendor smartphone itu mulai menjajal sendiri hardware-hardware mereka sendiri. Sebab, kita juga melihat bahwa Microsoft juga mulai melirik hardware sebagai mainan barunya. Perusahaan yang sudah dua dekade menguasai hampir seluruh sistem operasi komputer yang ada di dunia ini pun mulai membuat sendiri perangkat mereka. Ingat tablet yang mereka buat? Ya, Microsoft Surface. Belakangan mereka juga mengakuisisi Nokia untuk memperkuat pasar smartphonenya, Microsoft Lumia.