Menteri Luhut Kunjungi Pulau G

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis pekan lalu, mengunjungi Pulau G, proyek reklamasi di pantai utara Jakarta yang dikelola Agung Podomoro Land melalui PT Muara Wisesa Samudra. Luhut tengah mempertimbangkan pencabutan pembatalan izin pulau reklamasi seluas 161 hektare tersebut oleh Menteri Koordinator Kemaritiman sebelumnya, Rizal Ramli. Para wartawan dilarang meliput aktivitas Luhut di Pulau G.

Seusai kunjungan, kepada wartawan, Luhut menyatakan Pulau G itu tidak bermasalah. ”Semua manageable,” ujarnya. Sejak terpilih menggantikan Rizal, Luhut langsung mengevaluasi status pembatalan proyek reklamasi di Pulau G. Rizal membatalkan izin pulau reklamasi itu karena posisinya terlalu dekat dengan pembangkit listrik. Tapi hal ini dibantah Luhut. ”Sudah saya cek, pulau ini enggak ada masalah,” katanya. ”Reklamasi dilanjutkan atau tidak, lihat saja nanti.”

Pengukuhan Erna Widjajati

UNIVERSITAS Krisnadwipayana mengukuhkannya sebagai guru besar Fakultas Hukum dengan spesialisasi hukum bisnis, Senin pekan lalu. Dalam acara itu, Erna menyampaikan pidato berjudul ”Harmonisasi Aspek Hukum Perseroan Terbatas dalam Kepailitan demi Menjamin Kepastian Hukum”. Turut hadir dalam acara itu hakim agung Gayus Lumbuun dan Ketua Yayasan Universitas Krisnadwipayana Moch. Iman Santoso. Erna menjadi profesor kedelapan yang dihasilkan Universitas Krisnadwipayana. l

Setan Jawa dalam ’Bahasa’ Garin Bag6

Setelah flm selesai, Supanggah dan asistennya, Setyawan Jayantoro, melihat flmnya pertama kali di Melbourne, Australia. Supanggah lalu menyusun konsep musik dan komposisi dengan partitur gamelan. Prosesnya makan waktu lama untuk bongkar-pasang, mengemas musik yang mengiringi flm sepanjang 70 menit ini.

”Kira kira enam bulan baru selesai,” ujar peraih penghargaan Komposer Musik Terbaik dalam SACEM Festival Film di Nantes, Prancis, pada 2006 ini. Komposisi dan partitur ini nanti tetap akan jadi tulang punggung saat dipentaskan dengan iringan genre musik yang lain. Setyawan Jayantoro memuluskan harmoni gamelan dengan synthesizer. Komposisi itu lalu diuji coba dan dimainkan oleh orkestra Gamelan Garasi Seni Benowo pimpinan Supanggah.

Inilah 3 Julukan Negara Jerman yang Terkenal dan Sejarahnya

Julukan Negara Jerman – Julukan adalah nama yang bukan nama asli dan bisa digunakan untuk menggambarkan kelebihan yang dimilikinya. Jadi julukan biasanya menggunakan nama-nama yang menimbulkan kesan positip. Tidak hanya orang saja yang memiliki julukan, setiap negara pasti memiliki julukan yang sesuai dengan ciri khasnya masing-masing.

Rekomendasi kursus bahasa Jerman di Jakarta

Negara kita tercinta, Indonesia terkenal dengan julukan zamrud khatulistiwa. Kenapa? Karena negeri kita sangat indah, bagaikan zamrud.  Dan juga karena ada satu kota, yaitu Pontianak yang dilalui garis khatulistiwa. Jadi julukan ini untuk menggambarkan bahwa Indonesia bagaikan zamrud yang dilintasi garis khatulistiwa.

Inilah 3 Julukan Negara Jerman yang Terkenal dan Sejarahnya

Agak sulit menemukan referensi julukan negara Jerman. Begitu mendengar nama Jerman, sebagian besar orang langsung teringat dengan Adolf Hitler, mantan diktator Jerman di masa lalu. Tapi tahukah kalian kalau orang Jerman sebenarnya tidak suka kalau negara mereka mendapat julukan sebagai negerinya Hitler.

  1. Negerinya Hitler

Hitler adalah pemimpin Partai Nazi yang kemudian diangkat menjadi Kanselir Jerman. Kemudian dia bersikap sebagai diktator dan mengobarkan perang ke seluruh Eropa dengan tujuan menjadikan Jerman Nazi sebagai pemimpin absolut di Jerman.

Jerman memang identik dengan Hitler, tapi orang Jerman bisa mengernyitkan dahi, bahkan tersinggung kalau kamu menjuluki negara mereka dengan sebutan negeri Hitler atau negeri Nazi. Nama Hitler tidak ingin dikenang masyarakat Jerman. Mereka trauma dan sama sekali tidak bangga dengan perang yang terjadi di masa lalu.

  1. Der Panzer

Julukan negara Jerman lainnya yang sangat terkenal bagi penggemar sepakbola adalah Der Panzer (mobil baja panser). Julukan ini diberikan karena tim sepakbola Jerman identik dengan mobil baja bermesin diesel yang lambat panas tapi selalu berhasil mencapai tujuan atau kemenangan.

Julukan Der Panzer sendiri bermula dari piala dunia tahun 1954. Di final, Jerman melawan Hungaria yang saat itu menjadi tim favorit dan dijagokan banyak mayoritas penonton. Dan benar saja, Hungaria segera mencetak 2 gol tidak lama setelah pertandingan dimulai.

Tapi bagaikan mesin diesel yang semakin lama semakin panas, Jerman pada akhirnya berhasil mencetak 3 gol dan menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Dan nama Der Panzer terus dipakai sebagai julukan tim Jerman karena mereka sering menjadi juara walaupun awalnya terlihat biasa-biasa saja dan bermain tidak terlalu menyakinkan.

  1. The land of poets and thinkers

Julukan lainnya yang tidak populer tapi sebenarnya tepat adalah “The land of poets and thinkers” atau negeri para penyair dan pemikir. Terlalu banyak penyair dari Jerman dari zaman ke zaman yang memiliki nama besar dalam dunia sastra, diantaranya Friedrich von Schiller, Johann Wolfgang von Goethe, serta Johann Heinrich Heine.

Jerman juga telah melahirkan banyak pemikir dan filsuf yang pemikirannya ikut mempengaruhi peradaban Eropa. Beberapa nama besar itu diantaranya Immanuel Kant, George Wilhelm Friendrich Hegel, Arthur Schopenhauer, Friedrich Nietzsche, dll. Pemikiran-pemikiran serta kata-kata mereka seringkali mempengaruhi pola pikir manusia, bahkan negara.

Pemikir-pemikir hebat Jerman tidak hanya berkontribusi dalam dunia sastra, sosial, dan filsafat. Ada banyak juga berkecimpung dalam sains dan teknologi. Sebut saja nama-nama seperti Albert Einstein, Robert Koch, Max Planck, Wilhelm Conrad Röntgen, dll.

Tradisi keilmuan dan tingginya perhatian Jerman terhadap ilmu pengetahuan sudah berlangsung dari ratusan tahun lalu, dan masih berlanjut sampai hari ini. Itulah sebabnya sekarang Jerman telah menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dan pemerintah Jerman terus berusaha menjaga tradisi ini dengan memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan. Saat ini Jerman menjadi salah satu dari sedikit negara yang memiliki kualitas pendidikan berkelas dunia tapi berbiaya murah.

Nah itu tadi beberapa julukan yang biasa disematkan pada negara Jerman. Semoga informasi tadi bermanfaat dan  menambah wawasan kalian mengenai negara yang sangat indah ini.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

 

KPU Tolak Terpidana Ikut PILKADA

KOMISI Pemilihan Umum menolak usul Dewan Perwakilan Rakyat agar terpidana yang menjalani masa hukuman percobaan diperbolehkan mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah. Hal ini dianggap berdampak pada integritas proses dan hasil pemilu. ”Substansinya, penyelenggara punya tanggung jawab moral untuk menghasilkan proses yang berintegritas,” ujar Komisioner KPU Ida Budhiati pada Selasa pekan lalu. Usul ini hasil rapat dengar pendapat Komisi Pemerintahan DPR dengan KPU, Badan Pengawas Pemilu, dan Kementerian Dalam Negeri pada Jumat dua pekan lalu.

Keputusan rapat ini akan dituangkan dalam revisi Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2016, yang mengatur ihwal pemilihan kepala daerah. Kendati KPU tidak sepakat, Dewan menyatakan keputusan rapat tersebut mengikat dan harus dijalankan. Menurut Ketua Komisi Pemerintahan DPR Rambe Kamarul Zaman, polemik terkait dengan terpidana yang dihukum percobaan harus dihentikan. ”Itu sudah diputus,” kata politikus Partai Golkar tersebut.

Angsa Bag3

Dan Haussmann, yang bisa omong nonstop selama enam jam, bersedia menyimak ketika Napoleon III berkata: ”Ini yang saya mau.” Dibentangkannya peta Paris yang diberi tiga garis tebal, satu dari utara ke selatan dan dua dari timur ke barat. Artinya, sejumlah wilayah padat—yang juga bersejarah— harus dibongkar. Maka ”Haussmannisasi” pun dimulai.

Sekitar 12 ribu bangunan dihancurkan, buat memperbaiki wilayah Opéra National de Paris dan akses ke pasar Les Halles. Stasiun-stasiun kereta api baru didirikan dan dihubungkan dengan jalan raya yang lempang dan lebar. Boulevard sepanjang 137 kilometer terentang. Tapi tak cuma itu. Juga deretan tiang lampu, kios surat kabar, dan pajangan di 27 taman dan lapangan.

Hikayat Dahana Di Bukit Tursina Bag5

Sebulan kemudian, kedua pihak meneken perjanjian kerja sama operasi pendirian dan pengoperasian pabrik. Sesuai dengan perjanjian, Dahana dan Suma Energi sepakat berbagi tugas. Dahana bertanggung jawab membu at studi kelayakan dan merancang desain pabrik. Adapun Suma Energi berkewajiban menyiapkan pendanaan dan membiayai seluruh kebutuhan investasi yang diperkirakan mencapai US$ 104,4 juta.

Suma Energi ketika itu mengantongi dukungan fnansial dari Bank Mandiri sebesar US$ 99,5 juta. Seorang pejabat Dahana yang mengikuti proses ini bercerita, persoalan mulai muncul ketika kongsi bisnis yang baru berjalan dua tahun menunjukkan keanehan. ”Suma Energi kesulitan keuangan sampai meminta dana talangan,” kata pejabat tersebut pada awal September lalu.

Yang Mati Lalu Lahir Kembali Bag3

Hasilnya tak bisa dibilang buruk walau niat awal Anggy terasa belum tercapai. Humor kritik sosial yang dilontarkan dalam flm edisi baru ini terasa canggung. Perempuan seksi pun tetap muncul lewat tokoh Sophie (Hannah Al Rashid) dan Nikita Mirzani. Yang menarik, kekhasan karakter Dono dan Kasino dalam sosok Abimana dan Vino bisa agak mewujud. Abimana mengenakan gigi palsu yang menonjol agar rupanya mirip Dono.

Dia mampu menghidupkan kembali gaya bicara dan tingkah Dono, yang selalu jadi obyek penderita. Ketiga pemain ini tentu saja tak bisa dibandingkan dengan personel asli Warkop yang diberkahi talenta ngocol. Adalah Rudy Badil, Nanu Mulyono, dan Kasino Hadiwibowo yang menginisiasi kelahiran kelompok lawak tersebut.

Antara Pungli Dan Korupsi Bag2

Ceritanya, ada surat Menteri Dalam Negeri dan Surat Keputusan Gubernur yang memberikan kesempatan bagi pegawai honorer untuk dikukuhkan menjadi pegawai negeri melalui proses pemutihan. Di situ juga dicantumkan bahwa formulir daftar isian data pegawai untuk pemutihan itu hanya bisa diisi oleh orang-orang yang sudah berstatus pegawai honorer daerah. Ternyata Ridwansyah, selaku Kepala Biro Kepegawaian dan Sekretaris Panitia Pemutihan, bersama anggota stafnya, T. Rusdi, memanfaatkan kesempatan itu untuk kepentingan pribadi. Ia, menurut tuduhan jaksa, telah memberikan formulir tadi kepada pelamar yang bukan pegawai honorer daerah.

Tentu saja dengan imbalan uang. Akibatnya, pegawai yang benarbenar berhak tidak mendapat kesempatan untuk diangkat menjadi pegawai negeri. Untuk itu, mula-mula Ridwansyah mendapat ”hukuman disiplin” dari Gubernur, 9 Februari 1985. Dalam surat keputusan itu disebutkan bahwa kenaikan pangkatnya ditunda selama setahun. Setelah itu, 30 Oktober 1985, ia dibebaskan sementara dari jabatan bupati. Sebagai penggantinya, Gubernur menunjuk Zainal Abidin, dari Kantor Gubernur Aceh, dengan status pejabat sementara.

Jenderal Yang Mengakrabi Facebook bag2

Mereka menyusuri jalan berlumpur menuju Desa Kanjur di Bangladesh. ”Saya tidak tahu apa yang terjadi karena saya di dalam selimut,” ujar Mabia. Mabia Khatun adalah satu di antara sedikitnya 400 ribu warga etnis minoritas Rohingya yang telah membanjiri Bangladesh sejak 25 Agustus lalu. Saat itu Tatmadaw atau militer Myanmar menyerbu desa-desa di Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung—tiga distrik tempat sebagian besar warga Rohingya tinggal.

Dengan dalih membalas serangan gerilyawan Bala Keselamatan Rohingya Arakan (ARSA), pasukan militer Myanmar menghanguskan ribuan rumah. Sebanyak 471 desa etnis Rohingya menjadi target operasi pembersihan militer Myanmar. Juru bicara kantor kepresidenan Myanmar, Zaw Htay, mengatakan 176 desa kini kosong-melompong akibat eksodus penghuninya.