Aduh, Gatalnya Bag3

Dugaan utama, PUPPP timbul sebagai imbas dari peningkatan level hormon kehamilan atau akibat dari meregangnya kulit pada perut mamil. Kulit yang meregang, kemudian ”sobek” (menjadi stretch marks), dan tubuh memberikan reaksi berlebihan dengan ”mengeluarkan” ruam merah. ‘

Baca juga : Kerja di Jerman

INTRAHEPATIC CHOLESTASIS OF PREGNANCY (ICP) ICP atau istilah lainnya Obstetric Cholestasis (OC), sebenarnya jarang terjadi dan hanya dialami oleh s mamil dari .000 kehamilan. Namun, berbeda dengan kasus gatal-gatal lain, ICP termasuk dalam kategori gatal berat yang timbul di masa kehamilan. ICP adalah kondisi terganggu atau melambatnya aliran empedu dari lever ke usus sehingga asam empedu tertimbun di dalam tubuh. Akibatnya, mamil mengalami gejala gatal parah di seluruh bagian tubuh, meski tidak dibarengi ruam.

Menurut para ahli, perempuan yang berisiko mengalami gangguan ini adalah yang tengah hamil anak kembar, menjalani program bayi tabung atau IVF (in vitro fertilization) atau memiliki riwayat penyakit lever sebelumnya. Mamil yang menderita kondisi ini berisiko melahirkan secara prematur. Selain itu, terdapat sejumlah kekhawatiran lain pada keselamatan janin, seperti: risiko bayi meninggal di dalam kandungan (stillbirth), janin stres, serta risiko mekonium bercampur dengan air ketuban. Pada mamil, terdapat risiko gangguan pernapasan dan perdarahan.

Disamping itu, beberapa gejala lain dari kondisi ini adalah: U Gatal paling parah terasa di telapak tangan dan kaki, bisa jadi berulang atau terusmenerus. Umumnya, gatal timbul di malam hari sehingga membuat mamil tak bisa tidur. U 8rine berZarna gelap dan tinja berwarna pucat (keabuabuan). U Kelelahan. U +ilang selera makan. U Depresi ringan. U Menderita penyakit kuning.

Dokter akan mendiagnosis ICP, antara lain melalui tes darah, untuk memeriksa fungsi lever. Jika positif menderita ICP, mamil dianjurkan melakukan tes fungsi lever secara rutin untuk memantau kondisi lever sampai dengan waktu melahirkan tiba. Untuk meredam gatal akibat ICP, mamil bisa mencoba mengoleskan beberapa krim pereda gatal yang aman. Sama seperti gangguan gatal yang lain, ICP juga akan hilang dengan sendirinya setelah Mama menjalani persalinan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Tidur Ke Kanan Atau Telentang Bahayakan Janin

Begitu hasil penelitian di University of Auckland, Selandia Baru. Lantas, bagaimana posisi tidur yang aman untuk mama hamil? Hasil studi tersebut diperoleh setelah mengamati perilaku tidur 155 mamil yang bayinya meninggal ketika dilahirkan dan 310 mamil yang bayinya lahir selamat. Dari para mamil tersebut, peneliti menghitung kejadian stillbirth (kematian janin atau keguguran setelah kehamilan berusia 20 minggu).

Baca juga : toefl ibt jakarta

Bila mamil tidur menghadap ke kanan atau tidur telentang, maka berisiko mengalami stillbirth sebesar 3,93 per 1.000. Sementara risiko stillbirth pada mamil yang tidur menghadap ke kiri adalah 1,96 per 1.000. Risiko semakin besar pada trimester terakhir kehamilan. Para peneliti mengatakan, gangguan aliran darah ke bayi mungkin menjadi penyebab terjadinya stillbirth. Tidur miring ke kanan dan telentang dapat mengurangi aliran darah melalui vena besar dari kaki ke jantung, yang memengaruhi pasokan ke rahim.

Namun, para peneliti juga menyatakan, kaitan antara posisi tidur dengan kematian janin masih perlu diteliti kembali dan secara keseluruhan risikonya kecil. CURAH JANTUNG Menurut dr. Gita Pratama, SpOG, MRepSc, penelitian ini cukup bagus dan merupakan satu-satunya penelitian, sampai saat ini, yang meneliti pengaruh posisi tidur dengan kejadian kematian janin yang tidak disebabkan oleh kelainan kongenital (cacat janin). Namun, penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan dengan jumlah sampel penelitian yang sedikit.

Oleh karena itu, hasil penelitian ini harus dibuktikan oleh penelitian yang lebih besar jumlah sampelnya, sebelum dapat dijadikan rekomendasi. Meski penelitian tersebut perlu dikaji kembali, tetapi posisi tidur saat hamil tetap perlu menjadi perhatian mamil. Dari penelitian-penelitian sebelumnya diketahui, posisi tidur mamil akan memengaruhi curah jantung (volume darah yang di pompa tiap ventrikel per menit) pada mamil dan kadar oksigen pada janin.

Posisi pembuluh darah balik besar yang menuju jantung (vena cava inferior) berada di sebelah kanan belakang dari rahim yang membesar karena kehamilan. Oleh karena itu, diperkirakan pada posisi tidur berbaring telentang (supine) dan miring ke arah kanan, rahim akan menekan pembuluh darah tadi sehingga menyebabkan menurunnya aliran darah ke jantung dan organ-organ lain janin. Sedangkan berbaring miring ke kiri tidak mengurangi aliran darah ke janin.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Berbagai Alasan Perlunya Menghindari Stres Bag2

TANGGAPAN PAKAR: Pada penelitian yang dilakukan tahun 2015 ini, Dr. Wael Sabbah memperkirakan adanya pengaruh tingkat stres mamil dengan angka kejadian karies gigi. Penelitian ini melibatkan mamil yang tingkat stresnya telah dianalisis saat hamil dan anaknya yang berusia 2-6 tahun. Hasil penelitian mengemukakan, anak dari mamil dengan tingkat stres tinggi memiliki risiko lebih besar untuk mengalami karies gigi daripada yang tingkat stresnya lebih rendah.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Namun, menjaga kesehatan gigi anak tidak hanya dipengaruhi oleh stres saat kehamilan. Kesehatan gigi anak tentunya dipengaruhi pula oleh perilaku kesehatan anak tersebut, seperti menyikat gigi secara teratur, pola makan sehat, kunjungan rutin ke dokter gigi, dan segera berobat bila ada keluhan gigi mulut. ‘

MEMENGARUHI PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK. Studi dari University of Notre Dame Australia dan Telethon Kids Institute, yang dimuat di jurnal Child Development mengungkap, akumulasi stres selama kehamilan bisa berpengaruh terhadap perkembangan motorik anak saat berusia 10 tahun ke atas. Kemampuan motorik yang diteliti, antara lain: kekuatan tangan, melompat jauh, dan berdiri dengan satu kaki.

TANGGAPAN PAKAR: Tahun-tahun sebelumnya telah dilakukan penelitian pada hewan mengenai hubungan tingkat stres hewan yang sedang hamil dengan perkembangan motorik pada keturunan hewan tersebut dan telah ditemukan adanya perubahan struktur serta fungsi otak pada keturunan dari hewan yang sedang hamil yang mengalami stres. Pada 2015 dilakukan penelitian oleh University of Notre Dame and Australia dan Telethon Kids Institute yang melibatkan 2.900 ibu di Australia.

Saat usia kehamilan 18 minggu, para mamil diberikan kuesioner yang berisi kejadian kejadian yang membuat mereka stres selama kehamilan, seperti: kehilangan pekerMaan, kesulitan finansial, perceraian, tidak memiliki tempat tinggal, dan masalah-masalah dalam kehamilan. Selanjutnya pada usia kehamilan 34 minggu, mamil juga diminta menjawab kuesioner yang sama. Saat anak mereka berusia 10, 14, dan 17 tahun, dinilai perkembangan kemampuan motorik dan koordinasi dengan menggunakan 10 item tes pergerakan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Kehamilan Kosong, Bagaimana Bisa Terjadi Bag3

Tentu bisa menimbulkan stres, baik bagi Mama ataupun Papa, terutama ketika Mama Papa sudah mengharapkan hadirnya si buah hati. Ya, setiap anak yang tak sempat lahir, bahkan ketika ia masih berbentuk embrio, memang tak akan tergantikan oleh anak berikutnya. Namun, yakinlah bahwa ini adalah proses seleksi alam yang terbaik.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Yakinlah, pengalaman ini akan semakin membuat Mama Papa kuat dan bersyukur kala mendapatkan kehamilan normal di waktu berikutnya. Kita memang bisa me rencanakan, tapi hanya Tuhan yang Mahamenentukan. Yang terpenting, kita harus yakin, Tuhan selalu memberi jalan terbaik bagi kita. Semangat terus ya, Ma!

KAPAN BISA HAMIL LAGI?

Untungnya, BO tidak berpengaruh terhadap rahim atau pada kesuburan. -adi, Mama dapat kembali hamil normal. Setelah menjalani pembersihan sisa konsepsi/kehamilan, Mama akan menjalani periode seperti nifas pascapersalinan, tetapi lebih singkat dari kehamilan normal. Setelah proses itu, kesuburan Mama dapat segera kembali. Ada baiknya sebelum memutuskan untuk hamil yang selanjutnya, konsumsi suplemen asam folat sesuai dengan anjuran dokter.

Waktu hamil yang tepat setelah keguguran kerap diperdebatkan di dunia medis, semuanya memiliki pendapat masing-masing. World Health Organization (WHO) Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan jeda waktu setidaknya selama enam bulan sebelum mencoba hamil kembali. Anjuran ini berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti dari UniYersity of Aberdeen, Inggris, yang disimpan oleh Chief Scientist Office di Skotlandia dan dipublikasikan oleh British Medical Journal.

Penelitian yang dilakukan pada 30.000 perempuan Skotlandia ini menerangkan, perempuan yang mengalami kehamilan dalam jarak waktu enam bulan setelah keguguran dapat mengurangi risiko keguguran untuk kedua kalinya di kehamilan berikutnya. Akan tetapi, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan.

Yang paling penting, penelitian tidak mengatakan apakah penundaan antara kehamilan dan keguguran berikutnya ialah dikarenakan pasangan memilih untuk menunggu sebelum mencoba lagi atau disebabkan oleh kesulitan terjadinya pembuahan. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan, kehamilan bisa sukses segera setelah keguguran. Meskipun begitu, kesehatan fi sik serta emosional Mama Papa harus disiapkan dengan baik sebelum mencoba hamil lagi. Sekaligus meningkatkan kemungkinan kehamilan sehat di kehamilan berikutnya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Pelayanan BPJS Kehamilan, Persalinan, dan Anak

KEHAMILAN • Dilakukan di Faskes-1 (Fasilitas Kesehatan Tingkat I). • Pemeriksaan kehamilan atau Ante Natal Care (ANC) sesuai standar diberikan dalam bentuk paketpaling sedikit 4 (empat) kali dengan distribusi waktu 1 kali pada trimester pertama kehamilan, 1 kali pada trimester kedua kehamilan, dan 2 kali pada trimester ketiga kehamilan. • ANC

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

meliputi: pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran lingkar lengan atas, pemeriksaan tinggi fundus uteri (puncak rahim), pemeriksaan denyut jantung janin dan posisi janin, skrining status dan pemberian imunisasi tetanus toksoid, pemberian tablet tambah darah dan asam folat, serta temu wicara (konsultasi). Ibu dengan kasus tertentu, yang dinilai secara medis tidak cukup hanya mendapatkan pelayanan di Faskes-1 DIRUJUK ke rumah sakit satu rayon. Contoh, ibu dengan perdarahan hebat/berulang.

PERSALINAN • Persalinan tanpa penyulit alias per vaginam (normal) dilakukan di Faskes-1. • Persalinan dengan penyulit (sesuai indikasi medis), pembukaan yang tak kunjung maju, riwayat dua anak sebelumnya sesar, DIRUJUK ke rumah sakit satu rayon. • Untuk ibu yang sudah diprediksi harus melahirkan sesar dengan alasan medis, satu bulan sebelum persalinan sudah dirujuk ke rumah sakit satu rayon. • Pelayanan nifas meliputi: pemeriksaan tekanan darah, nadi, respirasi (pernapasan) dan suhu; pemeriksaan tinggi fundus uteri (puncak rahim); pemeriksaan lokia (darah pascabersalin) dan pengeluaran per vaginam lainnya; pemeriksaan payudara dan dukungan pemberian ASI Eksklusif; pemberian vitamin A; pelayanan Keluarga Berencana pascapersalinan; konseling dan edukasi perawatan kesehatan; serta penanganan risiko tinggi dan komplikasi pada ibu nifas.

BAYI • Pelayanan neonatal (bayi baru lahir) di Faskes-1: pemberian vitamin K1, salep mata antibiotik, imunisasi hepatitis B dan polio, perawatan tali pusat, serta konseling terkait dengan pemberian ASI Eksklusif, perawatan tali pusat, deteksi dini tanda bahaya dan pencegahan infeksi. • Pelayanan neonatal diberikan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali, yakni: pada 6 jam sampai 48 jam pascakelahiran, pada hari ke-3 sampai hari ke-7 pascakelahiran, dan pada hari ke-8 sampai hari ke-28 pasca-kelahiran.

Pelayanan pra-rujukan (di Faskes-1) pada komplikasi kebidanan dan neonatal meliputi: a. Tindakan untuk menjamin kelancaran jalan napas, pemulihan sistem respirasi, dan sirkulasi. b. Tindakan untuk menghentikan sumber perdarahan atau infeksi. c. Tindakan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. d. Tindakan mengatasi rasa nyeri atau gelisah. e. Tindakan pemberian obat/medikamentosa sesuai indikasi.

Sumber : https://eduvita.org/

Permainan Untuk Perkembangan Bicara

? Katakan apa yang hilang Permainan ini dapat dilakukan di lantai ataupun di atas meja. Kita dapat menggunakan benda-benda berupa mainan anak-anak atau benda-benda lainnya di lingkungan rumah, semisal sendok, garpu, pensil, penggaris, penghapus, buah-buahan plastik, dsb. Kemudian, gunakan juga buku atau benda lain yang besar sebagai penghalang. Cara Bermain: Letakkan dua atau tiga benda di atas meja. Minta anak memerhatikan benda-benda apa saja yang ada di atas meja.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Setelah itu, gunakan penghalang untuk menghalangi benda-benda tersebut. Berikutnya, angkat satu benda dari atas meja, lalu tunjukkan benda yang tersisa di atas meja. Tanyakan kepada anak, “Apa yang hilang?” Beri kesempatan pada anak untuk menjawab. Jika anak sudah dapat menjawab satu benda yang hilang, kita dapat melanjutkan permainan dengan menambah jumlah benda dan menanyakan dua benda yang hilang. Maka, anak akan menjawab dua benda yang hilang dengan kalimat pendek, semisal, “Garpu dan sendok.”

Permainan pun ditingkatkan lagi, jumlah benda ditambahkan dan tiga benda yang hilang. Ketika anak sudah memahami permainan, kita dan si kecil dapat berganti peran. Si kecil yang memimpin permainan, ia yang menanyakan benda yang hilang dan kita yang menjawab pertanyaannya. ? Katakan apa ini Permainan ini menggunakan kartu-kartu bergambar yang dapat dibeli di toko buku ataupun dibuat sendiri dari gambar-gambar yang di-upload di komputer/majalah. Cara Bermain: Tunjukkan gambar tersebut kepada anak dan tanyakan apa yang ia lihat.

Anak akan menjawab pertanyaan tersebut dengan satu kata, seperti: “apel”, “anggur”, dsb. Tingkatkan permainan ini dengan mengembangkan jawaban satu kata menjadi kalimat pendek. Contoh: tunjukkan gambar apel kepada anak, lalu kita mendeskripsikan gambar tersebut dalam kalimat pendek. Selanjutnya, minta anak mendiskripsikan lagi gambar tersebut, tentang hal yang berbeda dari yang sudah dikatakan oleh kita. Contoh: dari beberapa jawaban berbeda yang mewakili satu gambar sama, seperti: apel merah, dua apel, beli apel, dst. Contoh jawaban lain dengan kalimat lebih dari dua kata, misalnya: itu sepeda baru, ibu beli sepeda, adik naik sepeda, dsb.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Minumlah setiap 2 jam

Ya mama menyusui disarankan untuk minum setiap dua jam sesuai jam jam pengosongan ASI, setelah makan dan sesudah menyusui. Diluar jam itu, jika mama merasa haus, hendaknya segera minum. Haus pertanda mulai dehidrasi dan harus cepat minum. Tubuh yang kekurangan cairan karena pengeluaran yang lebih banyak akibat menyusui umumnya akan menunjukkan tanda tanda dehidrasi.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Ada beberapa tanda yang muncul, yakni : urine berwarna pekat dan jumlahnya sedikit, rasanya seperti ingin pingsan, kepala seperti berputar, lemas atau kelelahan, juga sakit kepala atau nyeri. Jika satu diantara tanda tersebut terjadi, segera minum dalam jumlah cukup banyak. Bisa juga dengan menambahkan garam dan gula pada cairan yang akan dikonsumsi. The Institute of Medicine, AS, menganjurkan mama menyusui agar minum sebanyak 3,1 liter setiap hari atau setara dengan 13 gelas air.

Tanda tubuh cukup cairan

Karena jumlah kebutuhan cairan berbeda beda antara mama yang satu dengan mama yang lainnya, cara mudah mendeteksikecukupan cairan ialah bibir selalu lembap, BAB tidak keras dan air seni berwarna sedikit kuning. Bila air seni berwarna kuning pekat seperti jus apel, tandanya ginjal sudah memberi tahu bahwa mama kekurangan cairan.

Yang boleh dilakukan dan tidak dilakukan untuk mama menyusui

Ada beberapa hal yang penting mama perhatikan : konsumsi jus alami yang dibuat sendiri di rumah. Selain terjamin kebersihannya, jus buatan sendiri juga bebas dari pengawet dan pemanis buatan. Konsumsi susu rendah lemak atau bebas lemak. Pilih jenis susu kedelai kalau mama alergi protein susu hewani atau lactose free milk bila mama intoleran laktosa. Bila ingin mengonsumsi kopi sebaiknya tidak leih dari satu cangkir sehari, karena kandungan kafeinnya bisa menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan bayi. Minuman beralkohol agar dihindari karena tidak baik untuk kesehatan mama dan juga si bayi. Minuman bersoda sebaiknya dijauhi karena bisa meningkatkan kadar gula darah. Hati hati mengonsumsi jamu jamuan, sebab ada jamu penyembuh luka bekas operasi sesar yang justru membuat ASI kering.

 

Puasa Bagi Ibu Menyusui Bagian2

BAGAIMANA MANAJEMEN LAKTASI IBU MENYUSUI YANG SEDANG BERPUASA? Manajemen laktasi saat berpuasa sama seperti saat tidak berpuasa, yaitu: bayi disusui sesuka bayi; disusui dari satu payudara sampai tuntas, lalu coba tawarkan payudara yang belum disusu. Jika bayi enggan menyusu di payudara satunya, sebaiknya payudara tersebut diperah agar tidak bengkak dan produksi lancar. Hari-hari pertama berpuasa, Mama akan mengalami rasa haus lebih hebat dibandingkan sebelum berpuasa dan bayi menyusu lebih sering di siang hari. Setelah beberapa hari, tubuh Mama mulai beradaptasi, begitu pun dengan kebiasaan minum bayi.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

BAGAIMANA DENGAN IBU MENYUSUI YANG BEKERJA? Ibu menyusui yang bekerja tetap bisa berpuasa. Memerah ASI juga tetap dilakukan selama di tempat kerja secara rutin dari kedua payudara. Hasil perah tidak menjadi indikator produksi ASI di payudara, karena memerah ASI dipengaruhi banyak hal, mulai kenyamanan saat memerah, alat perah, tempat memerah, stres di pekerjaan, dan sebagainya. Ingat, kuncinya: dengarkan tubuh kita ya, Mam. Jika dirasa haus luar biasa atau tubuh lemas, Mama sebaiknya berbuka.

BAGAIMANA MENGATUR ASUPAN GIZI DAN MAKANAN APA SAJA YANG BAIK DIKONSUMSI SAAT BUKA DAN SAHUR? Asupan gizi yang cukup dan cairan yang cukup membantu kondisi Mama saat berpuasa. Saat sahur dan berbuka, pastikan Mama mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang. Kemudian, di tambahkan lagi setelah salat Tarawih sehingga frekuensi makan tetap tiga kali dalam sehari. Selama sahur dan berbuka pastikan cairan cukup.

BAGAIMANA MENGATUR POLA MAKAN DAN ISTIRAHAT BAGI IBU MENYUSUI? Makan tetap tiga kali sehari dengan gizi lengkap dan seimbang, dimana menunya mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak serta vitamin dan mineral. Hindari makanan instan dan cepat saji, rutin konsumsi buah dan sayur. Cukupi kebutuhan istirahat saat tidur malam atau di siang hari mengikuti irama tidur bayi. Jika Mama merasa lelah, bila memungkinkan silakan delegasikan tugas rumah tangga pada asisten atau orang lain di rumah. Jika tidak memungkinkan, maka tetap utamakan kesehatan Mama dan bayi lebih dahulu, ya. Intinya, tidak ada halangan bagi ibu menyusui untuk tetap menjalankan kewajiban berpuasa. Frekuensi makan tetap, hanya saja dengan waktu yang berubah. Dengarkan kebutuhan tubuh Mama; jika tidak sanggup, silakan berbuka. Selamat berpuasa dan tetap menyusui!

Sumber : pascal-edu.com