Kehamilan Kosong, Bagaimana Bisa Terjadi Bag3

Tentu bisa menimbulkan stres, baik bagi Mama ataupun Papa, terutama ketika Mama Papa sudah mengharapkan hadirnya si buah hati. Ya, setiap anak yang tak sempat lahir, bahkan ketika ia masih berbentuk embrio, memang tak akan tergantikan oleh anak berikutnya. Namun, yakinlah bahwa ini adalah proses seleksi alam yang terbaik.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Yakinlah, pengalaman ini akan semakin membuat Mama Papa kuat dan bersyukur kala mendapatkan kehamilan normal di waktu berikutnya. Kita memang bisa me rencanakan, tapi hanya Tuhan yang Mahamenentukan. Yang terpenting, kita harus yakin, Tuhan selalu memberi jalan terbaik bagi kita. Semangat terus ya, Ma!

KAPAN BISA HAMIL LAGI?

Untungnya, BO tidak berpengaruh terhadap rahim atau pada kesuburan. -adi, Mama dapat kembali hamil normal. Setelah menjalani pembersihan sisa konsepsi/kehamilan, Mama akan menjalani periode seperti nifas pascapersalinan, tetapi lebih singkat dari kehamilan normal. Setelah proses itu, kesuburan Mama dapat segera kembali. Ada baiknya sebelum memutuskan untuk hamil yang selanjutnya, konsumsi suplemen asam folat sesuai dengan anjuran dokter.

Waktu hamil yang tepat setelah keguguran kerap diperdebatkan di dunia medis, semuanya memiliki pendapat masing-masing. World Health Organization (WHO) Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan jeda waktu setidaknya selama enam bulan sebelum mencoba hamil kembali. Anjuran ini berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti dari UniYersity of Aberdeen, Inggris, yang disimpan oleh Chief Scientist Office di Skotlandia dan dipublikasikan oleh British Medical Journal.

Penelitian yang dilakukan pada 30.000 perempuan Skotlandia ini menerangkan, perempuan yang mengalami kehamilan dalam jarak waktu enam bulan setelah keguguran dapat mengurangi risiko keguguran untuk kedua kalinya di kehamilan berikutnya. Akan tetapi, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan.

Yang paling penting, penelitian tidak mengatakan apakah penundaan antara kehamilan dan keguguran berikutnya ialah dikarenakan pasangan memilih untuk menunggu sebelum mencoba lagi atau disebabkan oleh kesulitan terjadinya pembuahan. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan, kehamilan bisa sukses segera setelah keguguran. Meskipun begitu, kesehatan fi sik serta emosional Mama Papa harus disiapkan dengan baik sebelum mencoba hamil lagi. Sekaligus meningkatkan kemungkinan kehamilan sehat di kehamilan berikutnya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Pelayanan BPJS Kehamilan, Persalinan, dan Anak

KEHAMILAN • Dilakukan di Faskes-1 (Fasilitas Kesehatan Tingkat I). • Pemeriksaan kehamilan atau Ante Natal Care (ANC) sesuai standar diberikan dalam bentuk paketpaling sedikit 4 (empat) kali dengan distribusi waktu 1 kali pada trimester pertama kehamilan, 1 kali pada trimester kedua kehamilan, dan 2 kali pada trimester ketiga kehamilan. • ANC

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

meliputi: pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran lingkar lengan atas, pemeriksaan tinggi fundus uteri (puncak rahim), pemeriksaan denyut jantung janin dan posisi janin, skrining status dan pemberian imunisasi tetanus toksoid, pemberian tablet tambah darah dan asam folat, serta temu wicara (konsultasi). Ibu dengan kasus tertentu, yang dinilai secara medis tidak cukup hanya mendapatkan pelayanan di Faskes-1 DIRUJUK ke rumah sakit satu rayon. Contoh, ibu dengan perdarahan hebat/berulang.

PERSALINAN • Persalinan tanpa penyulit alias per vaginam (normal) dilakukan di Faskes-1. • Persalinan dengan penyulit (sesuai indikasi medis), pembukaan yang tak kunjung maju, riwayat dua anak sebelumnya sesar, DIRUJUK ke rumah sakit satu rayon. • Untuk ibu yang sudah diprediksi harus melahirkan sesar dengan alasan medis, satu bulan sebelum persalinan sudah dirujuk ke rumah sakit satu rayon. • Pelayanan nifas meliputi: pemeriksaan tekanan darah, nadi, respirasi (pernapasan) dan suhu; pemeriksaan tinggi fundus uteri (puncak rahim); pemeriksaan lokia (darah pascabersalin) dan pengeluaran per vaginam lainnya; pemeriksaan payudara dan dukungan pemberian ASI Eksklusif; pemberian vitamin A; pelayanan Keluarga Berencana pascapersalinan; konseling dan edukasi perawatan kesehatan; serta penanganan risiko tinggi dan komplikasi pada ibu nifas.

BAYI • Pelayanan neonatal (bayi baru lahir) di Faskes-1: pemberian vitamin K1, salep mata antibiotik, imunisasi hepatitis B dan polio, perawatan tali pusat, serta konseling terkait dengan pemberian ASI Eksklusif, perawatan tali pusat, deteksi dini tanda bahaya dan pencegahan infeksi. • Pelayanan neonatal diberikan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali, yakni: pada 6 jam sampai 48 jam pascakelahiran, pada hari ke-3 sampai hari ke-7 pascakelahiran, dan pada hari ke-8 sampai hari ke-28 pasca-kelahiran.

Pelayanan pra-rujukan (di Faskes-1) pada komplikasi kebidanan dan neonatal meliputi: a. Tindakan untuk menjamin kelancaran jalan napas, pemulihan sistem respirasi, dan sirkulasi. b. Tindakan untuk menghentikan sumber perdarahan atau infeksi. c. Tindakan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. d. Tindakan mengatasi rasa nyeri atau gelisah. e. Tindakan pemberian obat/medikamentosa sesuai indikasi.

Sumber : https://eduvita.org/

Permainan Untuk Perkembangan Bicara

? Katakan apa yang hilang Permainan ini dapat dilakukan di lantai ataupun di atas meja. Kita dapat menggunakan benda-benda berupa mainan anak-anak atau benda-benda lainnya di lingkungan rumah, semisal sendok, garpu, pensil, penggaris, penghapus, buah-buahan plastik, dsb. Kemudian, gunakan juga buku atau benda lain yang besar sebagai penghalang. Cara Bermain: Letakkan dua atau tiga benda di atas meja. Minta anak memerhatikan benda-benda apa saja yang ada di atas meja.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Setelah itu, gunakan penghalang untuk menghalangi benda-benda tersebut. Berikutnya, angkat satu benda dari atas meja, lalu tunjukkan benda yang tersisa di atas meja. Tanyakan kepada anak, “Apa yang hilang?” Beri kesempatan pada anak untuk menjawab. Jika anak sudah dapat menjawab satu benda yang hilang, kita dapat melanjutkan permainan dengan menambah jumlah benda dan menanyakan dua benda yang hilang. Maka, anak akan menjawab dua benda yang hilang dengan kalimat pendek, semisal, “Garpu dan sendok.”

Permainan pun ditingkatkan lagi, jumlah benda ditambahkan dan tiga benda yang hilang. Ketika anak sudah memahami permainan, kita dan si kecil dapat berganti peran. Si kecil yang memimpin permainan, ia yang menanyakan benda yang hilang dan kita yang menjawab pertanyaannya. ? Katakan apa ini Permainan ini menggunakan kartu-kartu bergambar yang dapat dibeli di toko buku ataupun dibuat sendiri dari gambar-gambar yang di-upload di komputer/majalah. Cara Bermain: Tunjukkan gambar tersebut kepada anak dan tanyakan apa yang ia lihat.

Anak akan menjawab pertanyaan tersebut dengan satu kata, seperti: “apel”, “anggur”, dsb. Tingkatkan permainan ini dengan mengembangkan jawaban satu kata menjadi kalimat pendek. Contoh: tunjukkan gambar apel kepada anak, lalu kita mendeskripsikan gambar tersebut dalam kalimat pendek. Selanjutnya, minta anak mendiskripsikan lagi gambar tersebut, tentang hal yang berbeda dari yang sudah dikatakan oleh kita. Contoh: dari beberapa jawaban berbeda yang mewakili satu gambar sama, seperti: apel merah, dua apel, beli apel, dst. Contoh jawaban lain dengan kalimat lebih dari dua kata, misalnya: itu sepeda baru, ibu beli sepeda, adik naik sepeda, dsb.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Minumlah setiap 2 jam

Ya mama menyusui disarankan untuk minum setiap dua jam sesuai jam jam pengosongan ASI, setelah makan dan sesudah menyusui. Diluar jam itu, jika mama merasa haus, hendaknya segera minum. Haus pertanda mulai dehidrasi dan harus cepat minum. Tubuh yang kekurangan cairan karena pengeluaran yang lebih banyak akibat menyusui umumnya akan menunjukkan tanda tanda dehidrasi.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Ada beberapa tanda yang muncul, yakni : urine berwarna pekat dan jumlahnya sedikit, rasanya seperti ingin pingsan, kepala seperti berputar, lemas atau kelelahan, juga sakit kepala atau nyeri. Jika satu diantara tanda tersebut terjadi, segera minum dalam jumlah cukup banyak. Bisa juga dengan menambahkan garam dan gula pada cairan yang akan dikonsumsi. The Institute of Medicine, AS, menganjurkan mama menyusui agar minum sebanyak 3,1 liter setiap hari atau setara dengan 13 gelas air.

Tanda tubuh cukup cairan

Karena jumlah kebutuhan cairan berbeda beda antara mama yang satu dengan mama yang lainnya, cara mudah mendeteksikecukupan cairan ialah bibir selalu lembap, BAB tidak keras dan air seni berwarna sedikit kuning. Bila air seni berwarna kuning pekat seperti jus apel, tandanya ginjal sudah memberi tahu bahwa mama kekurangan cairan.

Yang boleh dilakukan dan tidak dilakukan untuk mama menyusui

Ada beberapa hal yang penting mama perhatikan : konsumsi jus alami yang dibuat sendiri di rumah. Selain terjamin kebersihannya, jus buatan sendiri juga bebas dari pengawet dan pemanis buatan. Konsumsi susu rendah lemak atau bebas lemak. Pilih jenis susu kedelai kalau mama alergi protein susu hewani atau lactose free milk bila mama intoleran laktosa. Bila ingin mengonsumsi kopi sebaiknya tidak leih dari satu cangkir sehari, karena kandungan kafeinnya bisa menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan bayi. Minuman beralkohol agar dihindari karena tidak baik untuk kesehatan mama dan juga si bayi. Minuman bersoda sebaiknya dijauhi karena bisa meningkatkan kadar gula darah. Hati hati mengonsumsi jamu jamuan, sebab ada jamu penyembuh luka bekas operasi sesar yang justru membuat ASI kering.

 

Puasa Bagi Ibu Menyusui Bagian2

BAGAIMANA MANAJEMEN LAKTASI IBU MENYUSUI YANG SEDANG BERPUASA? Manajemen laktasi saat berpuasa sama seperti saat tidak berpuasa, yaitu: bayi disusui sesuka bayi; disusui dari satu payudara sampai tuntas, lalu coba tawarkan payudara yang belum disusu. Jika bayi enggan menyusu di payudara satunya, sebaiknya payudara tersebut diperah agar tidak bengkak dan produksi lancar. Hari-hari pertama berpuasa, Mama akan mengalami rasa haus lebih hebat dibandingkan sebelum berpuasa dan bayi menyusu lebih sering di siang hari. Setelah beberapa hari, tubuh Mama mulai beradaptasi, begitu pun dengan kebiasaan minum bayi.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

BAGAIMANA DENGAN IBU MENYUSUI YANG BEKERJA? Ibu menyusui yang bekerja tetap bisa berpuasa. Memerah ASI juga tetap dilakukan selama di tempat kerja secara rutin dari kedua payudara. Hasil perah tidak menjadi indikator produksi ASI di payudara, karena memerah ASI dipengaruhi banyak hal, mulai kenyamanan saat memerah, alat perah, tempat memerah, stres di pekerjaan, dan sebagainya. Ingat, kuncinya: dengarkan tubuh kita ya, Mam. Jika dirasa haus luar biasa atau tubuh lemas, Mama sebaiknya berbuka.

BAGAIMANA MENGATUR ASUPAN GIZI DAN MAKANAN APA SAJA YANG BAIK DIKONSUMSI SAAT BUKA DAN SAHUR? Asupan gizi yang cukup dan cairan yang cukup membantu kondisi Mama saat berpuasa. Saat sahur dan berbuka, pastikan Mama mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang. Kemudian, di tambahkan lagi setelah salat Tarawih sehingga frekuensi makan tetap tiga kali dalam sehari. Selama sahur dan berbuka pastikan cairan cukup.

BAGAIMANA MENGATUR POLA MAKAN DAN ISTIRAHAT BAGI IBU MENYUSUI? Makan tetap tiga kali sehari dengan gizi lengkap dan seimbang, dimana menunya mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak serta vitamin dan mineral. Hindari makanan instan dan cepat saji, rutin konsumsi buah dan sayur. Cukupi kebutuhan istirahat saat tidur malam atau di siang hari mengikuti irama tidur bayi. Jika Mama merasa lelah, bila memungkinkan silakan delegasikan tugas rumah tangga pada asisten atau orang lain di rumah. Jika tidak memungkinkan, maka tetap utamakan kesehatan Mama dan bayi lebih dahulu, ya. Intinya, tidak ada halangan bagi ibu menyusui untuk tetap menjalankan kewajiban berpuasa. Frekuensi makan tetap, hanya saja dengan waktu yang berubah. Dengarkan kebutuhan tubuh Mama; jika tidak sanggup, silakan berbuka. Selamat berpuasa dan tetap menyusui!

Sumber : pascal-edu.com