Jejak Jenderal Di Suap Lelang Bagian 2

Petugas KPK langsung menghitung uang itu, disaksikan seorang pegawai Ba kamla,” kata Sekretaris Utama Bakamla Agus Setiadji pada Kamis pekan lalu. Setelah bukti di tangan, tim KPK menyeret Eko dan dua pegawai swasta itu ke kantor pusat lembaga antirasuah di Jalan H R. Rasuna Said, Jakarta. Setelah pemeriksaan intensif, KPK me netapkan Eko sebagai tersangka penerima suap. Adapun Hardy dan Adami dijerat pasal pemberi suap.

Lembaga antikorupsi ini juga menetapkan Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawan syah sebagai tersangka pemberi suap. Jumat malam pekan lalu, suami artis lawas Inneke Koesherawati itu ditahan KPK sete lah diperiksa sembilan jam. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan pemberian suap itu berkaitan dengan tender proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.

”Terkait dengan pengadaan alat monitoring satelit,” tutur Agus. Menurut dia, uang sogok tersebut hanya sebagian kecil dari total kesepakatan Eko dengan Fahmi sebesar Rp 15 miliar, setara dengan 7,5 persen dari nilai proyek Rp 202 miliar. Eko adalah pegawai Kejaksaan Agung yang telah empat tahun bertugas di Bakamla. Ia merangkap jabatan sebagai Pe laksana Tugas Sekretaris Utama Bakam la sejak Mei sampai 9 Desember 2016.