Jejak Jenderal Di Suap Lelang Bagian 4

Sejumlah penegak hukum memastikan Eko tak bekerja sendiri. Menurut mereka, pemberian Rp 2 miliar itu juga bukan yang pertama. Fahmi Darmawansyah telah mengucurkan sekitar Rp 3 miliar. Duit Rp 1 miliar diduga mengalir ke pejabat lain di lingkungan Bakamla. Menurut para penegak hukum, pejabat tersebut awalnya mengelak ketika dimintai konfrmasi tentang penerimaan uang suap itu.

Namun penyidik KPK mengantongi jejak transfer kepada istrinya sekitar Rp 25 juta. Ketika disodori bukti tersebut, pejabat ini mati kutu. Tak mau terseret begitu saja, petinggi Bakamla tersebut membawa-bawa nama atasannya. Kepada penyidik KPK, ia berdalih mengambil besel karena Kepala Bakamla Laksamana Madya Ari Sudewo juga menerima ”bingkisan” dari Fahmi. Namun penyidik KPK masih mendalami kebenaran pengakuan perwira ini.

Karena itu, penyidik menyita seluruh dokumen tender di Bakamla selama 2016. ”Suap ini juga baru dari satu proyek,” ujar salah satu penegak hukum tersebut. Kepala Bakamla Laksamana Madya Ari Sudewo membantah menerima duit dari pemenang tender. Jenderal bintang tiga ini mengklaim selalu menolak ketika ada peserta lelang yang mencoba memberi dia uang. Menurut Ari, pengusaha biasanya ”titip pesan” melalui Eko selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Utama.