Jejak Jenderal Di Suap Lelang

SATU setengah jam Eko Susilo Hadi menyendiri di ruang kerjanya, lantai satu gedung lama Badan Keamanan Laut (Bakamla), Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu siang dua pekan lalu. Pa dahal Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla ini seharusnya bergabung dengan rekan-rekannya untuk geladi resik upacara di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Kepada atasannya, Eko meminta izin tak hadir dalam persiapan ulang tahun Bakamla tersebut dengan dalih pergi ke pemakaman saudara. Selepas zuhur, keheningan di ruang an Eko terpecahkan.

Dua tamu utusan PT Melati Technofo Indonesia, Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta, datang menghampiri dia. Mereka mengantarkan paket berisi uang dolar Amerika Serikat dan Singapura senilai Rp 2 miliar. Setelah menuntaskan misi, Hardy dan Adami ber gegas kembali ke parkiran. Namun tim satuan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi yang sudah mengintai langsung menyergap keduanya. Tim KPK lainnya segera naik ke ruang an Eko. Ditangkap dengan uang yang masih tergeletak di atas meja, Eko tak bisa berkutik.