Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas bersama autotrade gold

Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas bersama autotrade gold – Akhir tahun lalu, pemerintah DKI Jakarta secara resmi mengumumkan smart city jakarta yang diwujudkan lewat portal smartcity.jakarta.go.id. Menariknya, propinsi yang jadi ibukota negara ini cukup aktif melibatkan data sumbangan warga lewat media sosial sebagai penunjang data di platformnya itu. Tiga hal yang dimutakhirkan dengan adanya tekno- logi informasi dalam mengelola kota cerdas adalah cara penginderaan masalah, analisis, dan penyele- saian masalah. Jika dalam cara tradisional untuk mengenali kebutuhan masyarakat digunakan cara membuat laporan manual, maka kota cerdas akan menggunakan bantuan teknologi untuk mempercepat penyampaian laporan dan penyelesaiannya.

Bagi pemerintah Provinsi Jakarta, ini berarti memafaatkan aplikasi dan media sosial untuk menjaring aspirasi warga. Partisipasi Warga Pada 2013, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memanfaatkan laporan warga di Twitter untuk memetakan daerah banjir di Jakarta. Dinas perhubungan memanfaatkan data pengguna Waze di Jakarta untuk memetakan kemacetan di DKI, juga diluncurkannya aplikasi QLUE bagi warga Jakarta untuk memudahkan pengaduan untuk masalah kinerja aparat pemerintah kota, kebersihan, dan bermacam pengaduan lain. Inilah contoh beberapa media sosial dan aplikasi yang dibuat untuk menjaring permasalahan kota dari partisipasi warga. Warga bukan cuma dilibatkan sebagai pengumpul informasi, mereka juga dilibatkan untuk membantu memberi solusi. Misalkan saja lewat kompetisi #HackJak yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

Ini adalah kompetisi membuat aplikasi menggunakan basis data yang disediakan Bappeda lewat portal Open Data Jakarta. Portal ini juga jadi bagian dari inisiatif Open Data yang sebelumnya telah digagas pemerintah pusat untuk mendukung transparansi. Dengan #HackJak, kreasi warga digelitik untuk memanfaatkan data itu guna kebaikan bersama. Misalkan saja pemenang #HackJak tahun lalu yang memanfaatkan data untuk mengawasi penggunaan APBD dengan visual menarik. Ada pula yang memanfaatkan data transportasi untuk mengecek status perjalanan transjakarta. Masing-masing Untuk pengembangan aplikasi dan perangkat lain yang dirasa perlu untuk memudahkan kerja tiap-tiap SKPD, menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Smart City DKI Jakarta, Setiaji, diserahkan ke tiap SKPD.

Sumber : https://teknorus.com/