Pembuat Web Bermodal Jaringan Pertemanan

Tommy (25) iseng-iseng menjadi web developer pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bersama temannya, Herdiyansyah untuk Febrian Shandy Rifano. Kala itu, ia masih berstatus sebagai mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok-Jawa Barat dan Sandy sebagai mahasiswa Universitas Indonesia, Depok-Jawa Barat.

Baca juga : Jasa SEO Semarang

Dari usaha sambilan ini, mereka bisa menambah uang saku. Namun, usaha ini membawa mereka menjadi web developer. Bahkan, dengan bendera perusahaan bernama Dynamic Nusantara Digital (DND) yang didirikan pada 2012, ia juga menyewakan co-working space dan “menerbitkan” majalah digital tentang pelaku UMKM, Terasolo. Dari usaha ini, kini Tommy berhasil mengantongi omzet hingga Rp 100 juta per bulan.

Perusahaannya juga telah mempekerjakan sembilan orang karyawan. Semuanya berusia muda. Sebagai web developer, Tommy sudah dipercaya 12 perusahaan besar dalam pembuatan web. Menurutnya, peluang bisnis sebagai web developer selalu ada. “Di Indonesia, peluang bisnis web developer cukup besar. Kalau peluangnya kecil atau tidak ada, tidak mungkin kami bisa survive dan bisa growth,” kata Tommy.

Kuatkan SDM

Dari klien-klien yang pernah ditangani, Tommy mendapatkan kontrak terbesar dari Ristra, yakni sebesar Rp 300 juta. Web Ristra ini pula yang memberi kepuasan terbesar bagi Tommy. Soalnya, Tommy terlibat langsung dalam penggarapan dan “bergerak” dari kenyataan o?line-nya. Dengan begitu, web-nya memberi knowledge yang baik bagi pengunjung. Untuk memasarkan jasanya, nama Tommy masih diandalkan, bukan DND.

Maklumlah, nama DND masih belum terlalu dikenal, sementara Tommy telah memiliki jaringan cukup luas. Dari jaringan inilah ia biasanya mendapatkan order. “Hampir 100% deal bisnisnya masih via networking saya,” ungkapnya. Dalam menggelindingkan roda usaha, Tommy berprinsip lebih baik menguatkan internal knowledge terlebih dahulu ketimbang menguatkan marketing. Karenanya setiap karyawan ia giring untuk memahami seluk-beluk pembuatan web agar bisa memberi penjelasan kepada calon klien.

Begitu pula dalam menghadapi persaingan. “Orang-orang yang terlibat di sini kami buat semakin pintar. Merekalah yang menjadi ‘pion makan raja’. Karena apa? Di perusahaan besar pun orang-orangnya seperti kami. Jadi, saya tidak menunjukkan corporatenya tapi people.