Plasenta Bikin Awet Muda?

sat-jakarta.com – Kebiasaan mengonsumsi plasenta sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Para nenek moyang percaya plasenta mengandung semua manfaat kebaikan karena plasentalah yang mendukung bayi selama di dalam kandungan. Setelah bayi lahir, plasenta dianggap masih mempunyai manfaat serupa. Mereka percaya dengan mengonsumsi plasenta bisa memberikan energi lebih, membuat rahim lebih cepat pulih, serta mampu menghentikan perdarahan pascalahir.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Ada yang pernah mencoba? Ibu Cica berceri ta, ia pernah mencoba mengonsumsi plasenta bayi nya setelah terlebih dahulu dibuat kapsul. Meski belum ada penelitian ilmiahnya, tapi manfaatnya bisa dirasakannya. Ia menjadi lebih segar, awet muda, dan fit, ASI-nya juga berlimpah. Menurut Bidan Yuli, mengonsumsi plasenta di Indonesia memang belum populer. Tapi di negara-negara tertentu hal ini sudah menjadi tradisi.

Ada yang memakannya mentah-mentah, ada yang mengolahnya jadi smoothies, dan ada yang membuatnya menjadi pil. Bahkan sekarang ini banyak ibu yang percaya dengan mengonsumsi plasenta bisa menyeim bangkan hormon, sehingga terbebas dari baby blues atau depresi pascamelahirkan. “Menurut cerita klien yang pernah meminta dibuatkan pil plasenta bayinya, setelah mengonsumsi pil plasenta dia lebih segar dari kelahiran anak sebelumnya.” Boleh percaya, boleh tidak : )

Dokter judi yang baik. Saya (32) sudah menikah lima tahun dan punya satu anak balita. Dokter, saya mau tanya, apa benar terjadinya perdarahan setelah berhubungan merupakan tanda dari kanker serviks. Saya kemarin mengalami hal itu, tapi saya tidak tahu penyebab perdarahannya karena apa. Apa yang harus saya lakukan? Mohon jawaban dokter judi. Terima kasih. Febi fabiola – bandung

Perdarahan di luar haid atau hamil dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya infeksi di vagina (vaginitis), daging tumbuh di mulut rahim (polip serviks), infeksi dan perlukaan mulut rahim (erosio porsiones), radang panggul, hingga kanker mulut rahim. Perdarahan pada kanker serviks biasanya berulang, terjadi pascasanggama, warnanya merah kehitaman, berbau, dan disertai rasa tidak nyaman atau nyeri di daerah panggul bawah.

Dari periksa dalam dan biopsi dapat dipastikan apakah ada kanker serviks atau bukan. Sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter kandungan, lakukan periksa dalam, biakan kuman vagina, Paps’ smear dan USG vagina. Bila terdapat kanker serviks, maka hasil Paps’ smear akan abnormal dan perlu dilanjutkan dengan pengambilan contoh jaringan mulut rahim (biopsi).

Bila hasil Paps’ smear normal, lakukan vaksinasi untuk mencegah kanker serviks, disuntik sebanyak 3 kali dalam 6 bulan dan perlin dungannya berlaku seumur hidup. Umur terbaik untuk melakukan vaksinasi kanker serviks adalan 12?16 tahun karena dapat memberikan proteksi hingga 90%. Terima kasih atas pertanyaannya.