Puasa Bagi Ibu Menyusui Bagian2

BAGAIMANA MANAJEMEN LAKTASI IBU MENYUSUI YANG SEDANG BERPUASA? Manajemen laktasi saat berpuasa sama seperti saat tidak berpuasa, yaitu: bayi disusui sesuka bayi; disusui dari satu payudara sampai tuntas, lalu coba tawarkan payudara yang belum disusu. Jika bayi enggan menyusu di payudara satunya, sebaiknya payudara tersebut diperah agar tidak bengkak dan produksi lancar. Hari-hari pertama berpuasa, Mama akan mengalami rasa haus lebih hebat dibandingkan sebelum berpuasa dan bayi menyusu lebih sering di siang hari. Setelah beberapa hari, tubuh Mama mulai beradaptasi, begitu pun dengan kebiasaan minum bayi.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

BAGAIMANA DENGAN IBU MENYUSUI YANG BEKERJA? Ibu menyusui yang bekerja tetap bisa berpuasa. Memerah ASI juga tetap dilakukan selama di tempat kerja secara rutin dari kedua payudara. Hasil perah tidak menjadi indikator produksi ASI di payudara, karena memerah ASI dipengaruhi banyak hal, mulai kenyamanan saat memerah, alat perah, tempat memerah, stres di pekerjaan, dan sebagainya. Ingat, kuncinya: dengarkan tubuh kita ya, Mam. Jika dirasa haus luar biasa atau tubuh lemas, Mama sebaiknya berbuka.

BAGAIMANA MENGATUR ASUPAN GIZI DAN MAKANAN APA SAJA YANG BAIK DIKONSUMSI SAAT BUKA DAN SAHUR? Asupan gizi yang cukup dan cairan yang cukup membantu kondisi Mama saat berpuasa. Saat sahur dan berbuka, pastikan Mama mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang. Kemudian, di tambahkan lagi setelah salat Tarawih sehingga frekuensi makan tetap tiga kali dalam sehari. Selama sahur dan berbuka pastikan cairan cukup.

BAGAIMANA MENGATUR POLA MAKAN DAN ISTIRAHAT BAGI IBU MENYUSUI? Makan tetap tiga kali sehari dengan gizi lengkap dan seimbang, dimana menunya mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak serta vitamin dan mineral. Hindari makanan instan dan cepat saji, rutin konsumsi buah dan sayur. Cukupi kebutuhan istirahat saat tidur malam atau di siang hari mengikuti irama tidur bayi. Jika Mama merasa lelah, bila memungkinkan silakan delegasikan tugas rumah tangga pada asisten atau orang lain di rumah. Jika tidak memungkinkan, maka tetap utamakan kesehatan Mama dan bayi lebih dahulu, ya. Intinya, tidak ada halangan bagi ibu menyusui untuk tetap menjalankan kewajiban berpuasa. Frekuensi makan tetap, hanya saja dengan waktu yang berubah. Dengarkan kebutuhan tubuh Mama; jika tidak sanggup, silakan berbuka. Selamat berpuasa dan tetap menyusui!

Sumber : pascal-edu.com