nasi tumpeng

Sejarah Nasi Tumpeng dari Masa ke Masa

Diantara kita pasti sudah tidak asing lagi dengan namanya nasi tumpeng, khususnya tumpeng yang sering kita lihat di acara syukuran, pernikahan, dan terkadang juga di perlombaan – perlombaan perayaan.

Nasi tumpeng sendiri di Indonesia merupakan kebudayaan yang sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan jauh sebelum agama Islam masuk ke Pulau Jawa.

Sementara itu, untuk pesan nasi tumpeng bisa melalui jasa catering yang ada di sekitar Anda.

Jenis – Jenis Nasi Tumpeng dan Kegunaannya

Nasi tumpeng juga memiliki banyak jenis antaranya adalah :

  1. Tumpeng Robyong digunakan sebagai upacara siraman yang biasanya diadakan sebelum pernikahan dalam adat jawa.
  2. Tumpeng Nujuh Bulan digunakan sebagai acara syukuran bagi – bagi wanita yang kehamilannya sudah mencapai usia 7 bulan.
  3. Nasi Tumpeng Pungkur digunakan pada saat kematian seorang wanita atau pria yang belum pernah menjalani prosesi pernikahan atau masih lajang.
  4. Tumpeng Putih digunakan dalam prosesi acara yang sakral hal ini berkaitan dengan warna putih pada nasi yang melambangkan kesucian.
  5. Tumpeng Nasi Kuning digunakan sebagai acara syukuran yang bersifat gembira
  6. Tumpeng Nasi Uduk digunakan sebagai peringatan Maulid Nabi.
  7. Tumpeng Seremonial/Modifikasi yang memiliki banyak kegunaan, seperti untuk kegiatan perlombaan dan lain – lain.

Sejarah Nasi Tumpeng

Nasi tumpeng di Indonesia dibagi dari beberapa zaman, mulai dari zaman purba, kemudian dilanjutkan dengan zaman masuknya agama hindu, lalu zaman masuknya agama Islam, kemudian pada masa kini.

Sejarah Nasi Tumpeng pada Zaman Purba

Tumpeng sendiri waktu di zaman purba dimana sebelum adanya agama Hindu yang masuk, tumpeng dijadikan sebagai pemuliaan untuk para hyang atau arwah leluhur (nenek moyang) dan juga bentuk dari nasi tumpeng yang berbentuk seperti gunung yang berdasarkan geografi di daerah Jawa sendiri banyak sekali gunung berapi yang berjajar mulai dari ujung barat sampai dengan ujung timur pulau jawa, inilah salah satu penyebab mengapa bentuk nasi tumpeng seperti kerucut.

Sejarah Nasi Tumpeng pada Zaman Masuknya Agama Hindu

Setelah masuknya agama Hindu ke Pulau Jawa pembuat nasi tumpeng diubah peruntukannya yang awalnya untuk memuliakan arwah leluhur, diubah untuk meniru bentuk dari gunung suci Mahameru, yang dimana gunung ini sendiri merupakan tempat bersemayamnya para dewi – dewi.

Sejarah Nasi Tumpeng pada Zaman Masuknya Agama Islam

Setelah masuknya Agama Islam masuk ke dalam pulau jawa peruntukkan dari pembuatan nasi tumpeng berubah menjadi permohonan pertolongan kepada Yang Maha Kuasa agar dapat memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan serta memperoleh kemuliaan. Maka dari itu nasi tumpeng selalu disajikan sebelum acara pengajian.

Nasi tumpeng juga memiliki beberapa definisi yang bisa merujuk ke hal tersebut. Menurut masyarakat Islam Tradisional Jawa kata “Tumpeng” sendiri merupakan akronim (singkatan) dari bahasa Jawa “Yen metu kudu sing mempeng” yang artinya “bila keluar harus dengan sungguh – sungguh”, ditambah dengan satu makanan yang namanya “Buceng” yang dibuat dari ketan.

Nasi tumpeng juga memiliki lauk sebanyak 7 macam dan angka 7 dalam bahasa Jawa pitu, yang memiliki maksud “Pitulungan” yang memiliki arti pertolongan.

Jika berdasarkan semua definisi digabungkan akan menjadi “bila keluar harus dengan sungguh – sungguh, bila masuk harus dengan sungguh – sungguh, pertolongan” definisi ini juga merujuk kepada Q.S. Al – Isra’ ayat 80.

Nasi Tumpeng pada Masa Kini

Pada saat ini nasi tumpeng sudah banyak memiliki banyak fungsi, selain dari peruntukkan yang dilakukan pada zaman dahulu nasi tumpeng juga dijadikan sebagai ajang perlombaan, acara pembukaan usaha atau bangunan, dan juga sebagai kegiatan acara ulang tahun.