Tempat Wisata di Kota Munich

Theatinerkirche (Theatiner Church of St. Kajetan)

Theatinerkirche dibangun pada tahun 1663–1690 sebagai tanda terima kasih atas lahirnya putra mahkota yang telah lama dinantikan oleh raja Ferdinand Maria dan istrinya. Bentuk gereja ini terinspirasi dari gereja Sant’Andrea della Valle di Roma, Italia. Dari luar, gereja yang terletak di kawasan Odeonsplatz ini, didominasi dengan cat kuning yang membuatnya terlihat mencolok saat anda tiba di kawasan ini. Baru ketika memasuki bangunan gereja, Anda akan melihat keindahan interior bergaya Barok yang didominasi dengan warna putih.

Baca juga : Harga genset Yanmar

BMW Welt

Kemajuan teknologi di Jerman salah satunya berasal dari bidang otomotif, yang juga didukung oleh salah satu perusahaan otomotif besar dunia yang berpusat di kota Munich, yaitu BMW (Bayerische Motoren Werke). Selain pabrik dan museum, BMW juga mendirikan BMW Welt, atau BMW World, sebagai tempat pameran dan distribusi mobil-mobil BMW. BMW Welt tidak terletak di tengah kota Munich, tapi masih tetap bisa dikunjungi dengan menggunakan bus atau trem. Bangunan modern yang dibangun pada tahun 2003 hingga 2007 ini berada di kompleks taman Olympia, yang juga digunakan untuk menyelenggarakan olimpiade tahun 1972. Selain bentuknya yang unik, bangunan ini juga memiliki atap yang terdiri dari 800kW pembangkit listrik tenaga surya.

Allianz Arena

Para pecinta olahraga sepak bola tentunya mengenal klub sepakbola Bayern München. Klub sepakbola Bayern München serta Bayern 1860 sama-sama menggunakan Allianz Arena sebagai tempat bertanding mereka. Stadion yang dibangun tahun 2002–2005 ini memiliki keunikan pada bagian luar bangunannya. Fasad arena dibuat dari 2874 buah panel plastik yang diisi udara serupa ban plastik. Di dalam panel ini diletakkan tabung yang bisa mengubah warna panel menjadi merah dan biru, menjadikan Allianz Arena sebagai stadion pertama dunia yang bisa mengubah-ubah warna fasadnya. Warna-warna tersebut bisa diatur tingkat keterangan cahayanya. Allianz Arena dijuluki juga dengan nama Schlauchboot, yang berarti “perahu karet”, karena bentuk bangunannya ini.